Penggunaan TI menjadi tidak terarah. Akibatnya investasi teknologi informasi tidak memberi hasil yang optimal bagi bisnis dan bahkan sama sekali tidak mendukung pencapaian tujuan bisnis.
Risiko TI meningkat. Berbagai risiko seperti: gangguan operasional, kehilangan data, masalah keamanan, dan ketergantungan pada individu terjadi tanpa adanya proses pengendalian yang jelas.
Pertumbuhan bisnis terhambat dan menjadi turun. Karena TI tidakmendukung efisiensi maupun efektivitas pengambilan keputusan bisnis, serta tidak bisa meningkatkan produktivitas kerja dan produksi.
Tata Kelola TI untuk UKM/SME
Tata Kelola TI jadi Terlalu Kompleks?
Saat ini Perusahaan Kecil Menengah atau Small Medium Enterprise (SME) mayoritas menggunakan TI untuk mendukung proses bisnisnya. Namun belum memiliki tata kelola dan manajemen TI yang memadai. Akibatnya risiko TI sering muncul tanpa kendali, dan investasi TI sering tidak memberikan hasil optimal. Di pihak lain, penggunaan framework global Tata Kelola TI (COBIT & ITIL) ternyata terlalu kompleks dan jauh dari realitas bisnis sehari-hari. SIGMA (Simple Integrated Governance & Management Architecture) hadir sebagai sebuah framework yang lebih praktis dan relevan untuk membantu bisnis Anda bertumbuh dengan fondasi tata kelola dan manajemen TI yang baik.
Mengapa Perlu Tata Kelola TI?
- Penggunaan TI menjadi lebih terarah dan selaras dengan tujuan bisnis. Setiap penggunaan aplikasi, perangkat, sistem, maupun layanan TI diarahkan untuk benar-benar mendukung kebutuhan bisnis dan mendukung pertumbuhan usaha.
- Risiko TI dapat dikendalikan dengan lebih baik. Perusahaan akan terbantu mengenali, mengantisipasi, dan mengendalikan berbagai risiko yang berkaitan dengan penggunaan teknologi informasi.
- Investasi TI menjadi lebih efektif dan memberi nilai bagi bisnis. Membantu perusahaan memastikan bahwa setiap investasi TI benar-benar memberi manfaat yang sepadan.
Framework SIGMA merupakan solusi tata kelola & Manajemen TI yang praktis dan terstruktur bagi Small Medium Enterprise (SME) untuk membangun Tata Kelola tI yang mendukung pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan.
Kendala Implementasi Tata Kelola TI
Menggunakan Framework Global
Banyak perusahaan ingin menerapkan tata kelola dan manajemen TI dengan lebih baik. Namun saat mulai mengadopsi framework global (COBIT, ITIL, dsb); tantangan yang muncul sering kali tidak mudah khususnya bagi perusahaan kecil dan menengah.
Framework global umumnya sangat komprehensif, kaya konsep, dan kuat secara metodologi. Namun di sisi lain, banyak organisasi menghadapi kendala, antara lain adalah:
Struktur yang terlalu kompleks untuk kapasitas tim saat ini,
Terlalu banyak istilah dan domain yang sulit dipahami,
Membutuhkan waktu implementasi yang panjang,
Sulit diterjemahkan menjadi langkah kerja yang praktis,
Sering terasa jauh dari realitas operasional sehari-hari.
Akibatnya, tata kelola dan manajemen TI sering berhenti di level dokumen, presentasi, atau rencana, tanpa benar-benar hidup dalam proses kerja organisasi.
Di sinilah banyak organisasi membutuhkan pendekatan yang lebih sederhana, lebih terintegrasi, dan lebih mudah dijalankan. Nah, Framework SIGMA ini disusun untuk membantu perusahaan UKM atau SME (Small Medium Enterprise) membangun Tata Kelola TI yang praktis dengan pendekatan Minimum Viable Governance (MVG).
Berdasarkan Biro Pusat Statistik, Definisi Perusahaan Kecil adalah usaha dengan jumlah karyawan antara 5-19 tenaga kerja dan Beromset antara 2 milyar sampai 15 milyar. Perudahaan Menengah memiliki karyawan antara 20-99 Tenaga kerja dan beromset antara 15 Miliar sampai 50 Miliar.
Memperkenalkan Framework SIGMA
Tidak sedikit perusahaan kecil dan menengah yang telah menyadari pentingnya tata kelola dan manajemen TI, tetapi bingung saat harus memulai. Salah satu penyebab utamanya adalah karena banyak framework global (COBIT/ITIL) disusun dengan pendekatan yang sangat lengkap untuk korporasi besar, tetapi tidak selalu mudah diterapkan oleh semua jenis organisasi.
Bagi sebagian organisasi, terutama yang sedang bertumbuh, kendala yang sering muncul adalah kompleksitas tata kelola dan manajemen TI, keterbatasan sumber daya, minimnya penerjemahan ke konteks operasional, dan sulitnya menghubungkan framework dengan kebutuhan bisnis.
Akibatnya, proses implementasi menjadi terasa berat sejak awal. Bahkan walaupun sudah diimplementasikan, pada akhirnya harus ditinggalkan karena menimbulkan beban administrasi dan birokrasi bagi perusahaan.
Framework SIGMA hadir untuk menjembatani tantangan tersebut dengan cara yang lebih praktis dan membumi melalui pendekatan Minimum Viable Governance (MVG).
Fokus SIGMA: Minimum Viable Governance (MVG)
Framework SIGMA berfokus pada penerapan Minimum Viable Governance sebagai pendekatan yang minimalis namun tetap mencukupi bagi kebutuhan UKM/SME. Dengan pendekatan ini, UKM/SME dapat membangun tata kelola dan manajemen TI yang sederhana, efektif, dan selaras dengan kebutuhan bisnis.
Cakupan Pembahasan
Tata Kelola TI Berbasis Framework SIGMA
Tata Kelola TI
Mencakup arah, kebijakan, peran, tanggung jawab, dan mekanisme pengambilan keputusan TI agar selaras dengan tujuan bisnis.
Proses & Kapabilitas
Mencakup pembentukan proses kerja, struktur fungsi TI, kompetensi SDM, serta penguatan kapabilitas organisasi dalam mengelola TI.
Risiko & Keamanan
Mencakup identifikasi risiko, pengendalian, keamanan informasi, serta kepatuhan terhadap kebijakan dan regulasi yang berlaku.
Tranformasi & Nilai Bisnis
Mencakup pemanfaatan TI untuk inovasi, efisiensi, peningkatan layanan, serta dukungan terhadap pertumbuhan dan keberlanjutan bisnis
Layanan & Operasional
Mencakup pengelolaan layanan, insiden, problem, perubahan, ketersediaan layanan, dan operasional TI sehari-hari
Training & Sertifikasi SIGMA
Penerapan Framework SIGMA membutuhkan sumberdaya manusia yang terlatih. Oleh karena itu, perusahaan UKM/SME harus berinvestasi pada aspek SDM dengan memberikan pelatihan dan sertifikasi SIGMA Foundation ataupun SIGMA Design & Implementation. Kontak kami melalui kontak WHATSAPP ini untuk informasi training & sertifikasi SIGMA Framework.
#Persediaan Buku Terbatas
